Kontribusi Hendy dan Yolla untuk Semua Masyarakat Lombok

judi bola

Kontribusi Hendy dan Yolla untuk Semua Masyarakat Lombok

Lombok menjadi salah satu kawasan yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah dilanda musibah seperti bencana alam dan gempa bumi sejak beberapa hari terakhir. Tak hanya itu, rasa duka juga menyelimuti beberapa atlet nasional di Indonesia yang sangat prihatin menyaksikan masalah ini dan begitu juga untuk pesilat Hendy dan Yolla Primadona Jampil.

Keduanya sukses menyabet medali emas di Asian Games melalui nomor seni sistem ganda kategori putra, sementara Hendy dan Yolla begitu kompak untuk berkontribusi atas keberhasilan mereka bagi semua warga Lombok yang diselimuti rasa duka saat ini. Selain itu, wujud kepedulian dan rasa kasihan mereka buktikan dengan pemakaian sebuah tali berwarna hitam yang dikenakan di lengan bagian kiri keduanya.

“Kami berkontribusi atas medali emas bagi semua masyarakat Lombok. Kami memakai tali berwarna hitam untuk mereka dan hadiah ini juga untuk kalian. Jangan pernah menyerah untuk menjalani hidup, selalu semangat dan berjuang sampai kapanpun,” ujar Yolla yang diwawancara melalui salah satu TV swasta usai penyerahan semua medali pada hari Senin (27/8/2018) lalu.

Keduanya juga tidak hanya mempersembahkan medali emas untuk semua warga di Lombok saja, namun juga berkontribusi untuk para pencinta pencak silat dan seluruh masyarakat di tanah air.

Hendy dan Yolla Primadona menunjukkan gerak cepat dan luar biasa ketika bertanding di Asian Games 2018, sedangkan mereka berdua sukses menyabet medali emas dan meraih poin hingga 580 sebagai nilai akhirnya.

Mereka berhasil mengalahkan pasangan asal Vietnam (562 poin) yang hanya meraih medali perak, serta pasangan Malaysia (560) yang berhak mendapat medali perunggu. Lalu, salah satu kunci kesuksesan Hendy dan Yolla untuk merebut medali emas adalah selalu berani dan tidak takut dengan memakai beberapa gerakan yang berbeda saat berlaga dalam Asian Games 2018.

“Usai bertanding di SEA Games 2017 kami berpikir jika selalu memakai gerakan yang sama rasanya tidak terlalu spektakuler dan cenderung bosan. Kami juga memutuskan untuk mengubah gerakan yang dibantu dan dibimbing pelatih, sedangkan hasil yang kami dapatkan dari gerakan baru ini tidak sia-sia,” tutur Hendy.

Ketetapan tersebut dijelaskan Yolla Primadona menjadi suatu peningkatakan secara kualitas, sedangkan lawan yang mereka berdua temui sebelumnya telah bersaing dalam beberapa pertandingan.

“Kami telah menemui semua lawan dalam kategori putra untuk nomor ganda ini dalam beberapa pertandingan internasional dan salah satunya adalah SEA Games. Maka dari itu, saat pencak silat masuk di Asian Games 2018 rupanya kebanyakan dari mereka ingin menaikkan performanya dan kami juga harus melakukan hal yang sama,” ucap Yolla.