Tindakan untuk Bebas Kebakaran Hutan dan Lahan Jelang Asian Para Games 2018

judi bola

Tindakan untuk Bebas Kebakaran Hutan dan Lahan Jelang Asian Para Games 2018

Indonesia akan segera menjadi tuan rumah untuk Asian Para Games 2018 yang merupakan pesta olahraga terbesar se-Asia khusus penyandang disabilitas. Bagaimana tidak, semua persiapan telah dilakukan mulai dari venue dan sarana maupun prasarana lainnya telah dilakukan INAPGOC sebagai Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 Indonesia.

Acara ini diketahui akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 6 Oktober hingga 13 Oktober 2018 yang melibatkan 2.888 atlet dari 42 negara peserta yang berbeda di seluruh Asia.

Tak hanya itu, pawai obor jelang Asian Para Games 2018 telah dilaksanakan di 4 kota secara serentak mulai dari Solo, Ternate (Maluku), Makassar serta Denpasar, sementara tujuan selanjutnya adalah mendarat ke Kota Pontianak | Kalimantan Barat sebagai tujuan pelaksanaan pawai obor pada hari Rabu (19/9/2018) menuju Asian Para Games 2018.

Kemudian, lingkungan sekitar seperti kebakaran lahan maupun hutan di beberapa titik di Indonesia dalam kurun waktu singkat tengah menjadi pusat perhatian beberapa pihak tertentu yang bekerja untuk pelaksanaan Asian Para Games 2018. Pasalnya, kejadian ini tidak hanya membuat pilu bagi warga sekitar lokasi namun semua elemen masyarakat di Indonesia.

Salim Fakhry sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang merupakan pengawas untuk masalah lingkungan hidup menjelaskan bahwa tuntutan kepada pemerintah untuk menyelesaikan semua masalah seperti kebakaran lahan dan hutan harus segera diselesaikan. Tujuan dari hal ini adalah menjaga nama baik bagi bangsa Indonesia serta menyempurnakan pelaksanaan Asian Para Games 2018 di Jakarta.

“Masalah itu harus segera diselesaikan pemerintah yang berwenang, sedangkan pemerintah daerah hanya bertugas dibawah pengawasan pemerintah pusat dan diharapkan kebakaran lahan dan hutan tidak terus terjadi secara berkesinambungan,” ujar Salim Fakhry di Gedung DPR RI | Jakarta beberapa hari lalu.

Asian Para Games 2018 juga melibatkan sekitar 1.500 satuan petugas yang terdiri dari bea cukai, medis, imigrasi, TNI POLRI dan juga Angkasa Pura II yang telah siaga.

Muhammad Awaluddin sebagai Direktur Utama PT. Angkasa Pura II mengatakan bahwa semua satuan petugas telah siaga di sekitar Terminal 2 dan 3 di Bandara Internasional Soekarno Hatta | Tangerang | Banten untuk memudahkan semua atlet difabel dari negara peserta di Asia agar lebih mudah mendapat akses perjalanan menuju lokasi pertandingan Asian Para Games 2018.

“Kami telah siaga untuk mengawasi semua atlet difabel dari negara peserta yang berbeda sejak awal kedatangan hingga kepulangan mereka ke negara asalnya di bandara,” tutur Awaluddin.

Indonesia akan terlibat dalam 18 nomor yang dipertandingkan dalam pelaksanaan Asian Para Games 2018 yang mempertunjukkan 18 perenang kategori putra dan 10 perenang kategori putri, sementara statusnya sebagai tuan rumah menjadi keutamaan untuk meningkatkan semangat dan rasa percaya diri bagi para atlet untuk mengukir prestasi secara optimal dan signifikan.