Tompi Menyumbangkan Lagu untuk Asian Para Games 2018

judi bola

Tompi Menyumbangkan Lagu untuk Asian Para Games 2018

Tompi yang bernama asli Teuku Adifitrian merupakan salah satu musisi kondang Indonesia yang memiliki suara cukup unik dan berbeda dari penyanyi lainnya. Tak heran, dirinya juga diketahui telah menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul ‘I Wanna Dance’ dan dipersembahkan secara khusus untuk menyemarakkan Asian Para Games 2018 yang akan segera berlangsung pada hari Sabtu (6/10/2018) mendatang.

Tak hanya itu, lagu yang disumbangkan musisi asal Aceh ini rupanya tidak masuk ke dalam daftar lagu resmi untuk Asian Para Games 2018, sedangkan dirinya sendiri tidak terlalu berpacu akan hal itu karena memiliki jadwal dan waktu tertentu untuk menyelesaikan proyek pribadinya.

“Saya ketika mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan Ayesha justru mulai berpacu supaya bisa membuatnya jelang Asian Para Games 2018, sedangkan Saya menganggap bahwa lagu tersebut cukup bagus. Akan tetapi, Saya memiliki proyek lainnya yang harus diselesaikan dan tertunda sejak beberapa hari sebelumnya untuk itu,” tutur Tompi ketika berada di Gelora Bung Karno Arena | Senayan | Jakarta Pusat pada hari Senin (24/9/2018) lalu.

“Saya juga mulai melakukan shooting untuk pembuatan video klip dan selesai pada pagi hari ini, sementara Saya juga tidak masuk sebagai salah satu official karena terlambat dan bersyukur juga bahwa masuk ke dalam salah satu lagu pendukung untuk Asian Para Games 2018 mendatang,” tambahnya.

Tompi menjelaskan bahwa lagu yang dinyanyikan putrinya bernama Cut Malka Ayesha rupanya menghasilkan sebuah pesan untuk tidak menimbulkan unsur diskriminasi di Indonesia. Bahkan, ia juga berpikir bahwa semua orang berhak untuk berkarya walaupun terhalang keterbatasan sekalipun.

“Tentu saja bahwa Saya juga memiliki sebuah lagu lainnya yang tengah dikerjakan saat ini dan direncanakan sebagai hadiah untuk putri Saya. Namun, lagu ini juga rupanya sesuai sehingga Saya melanjutkan proyek ini agar dapat mendukung pelaksanaan Asian Para Games 2018 nanti,” ucapnya.

“Lalu, Saya juga menekankan bahwa dibalik keterbatasan fisik tentunya bukan sebuah halangan supaya bisa menyebarkan kebaikan dan menghasilkan sebuah karya, sedangkan tujuan yang baik harus diseimbangkan dengan perbuatan yang baik pula,” tutup Tompi.